
SSSS: Sang Penguasa Di Atas Para Dewa
Oleh Penulis Utama: @aikasaja
Bab Rilis
20 Bab
Tayangan
4
Dukungan
💖 7
Kerangka Karakter Terencana (6)
Joni
Protagonis
Kael, Dewa Perang
Dewa Pertama yang Dikendalikan / Rival sekaligus Sekutu Paksa
Yura, Dewi Pengetahuan
Dewa Kedua yang Dikendalikan / Penasihat Utama
Mira
Sahabat Manusia / Anchor Kemanusiaan Joni
Zeth, Yang Tak Bernama
Antagonis Utama
Orion, Dewa Waktu
Dewa Ketiga yang Dikendalikan / Karakter Misterius
Latar Belakang Jagat (World Setting)
Tidak ada setting buatan terencana.
Prolog & Sinopsis Cerita
Daftar Bab & Kelanjutan Kisah
Perjalanan takdir yang sedang ditulis oleh pujangga.
Langit yang Tidak Pernah Miliknya
Hujan tidak pernah peduli kepada siapa ia jatuh. Itu adalah satu-satunya kebenaran yang Joni yakini...
Empat Menit Tujuh Belas Detik untuk Memilih Menjadi Nyata
Empat menit tujuh belas detik. Angka itu berdenyut di ujung kesadaran Joni seperti luka yang baru s...
Takhta yang Terukir dari Puing-puing Kesunyian
Malam itu tidak menjadi lebih terang setelah panel merah itu memudar dari pandangan. Joni tetap berd...
Gerbang yang Terukir dari Malam yang Tak Bernama
Langit di atas Reruntuhan Kuil Purba tidak seperti langit yang pernah Joni kenal. Bukan biru pucat y...
Tahta di Antara Dua Kehampaan
Langkah Joni menggoreskan jejak samar di atas debu reruntuhan, seolah-olah setiap tapak kakinya adal...
Panggung Pertama Darah
Malam itu tidak pernah benar-benar hitam bagi Joni. Sejak panel hitam itu muncul di hadapannya, duni...
Kontrak di Bawah Cahaya Redup
Lorong-lorong Kota Bawah Vareneth tidak pernah tidur. Mereka hanya berganti kulit-dari hiruk-pikuk p...
Gema dari Obsidian
Lorong bawah tanah pasar gelap itu berkelok seperti usus raksasa yang membusuk. Dinding-dindingnya b...
Mahkota dari Abyss
Joni duduk. Dan dunia pun runtuh. Bukan runtuh dalam arti harfiah-meski gemuruh menggelegar menggun...
Pertemuan dengan Hierarki
Pintu Obsidian Hall terhempas terbuka, dan Joni melangkah keluar dengan langkah yang tidak lagi bera...
Gema dalam Kehampaan
Obsidian Hall yang megah kini tak lebih dari puing-puing hitam yang berkilauan di bawah cahaya reman...
Dia yang Pertama
Kegelapan itu bukan sekadar ketiadaan cahaya. Ia adalah lapisan-lapisan kehampaan yang berdenyut, se...
Gema dari Kehampaan
Malam itu, hujan turun seperti tangisan para dewa yang terlupakan. Joni melangkah keluar dari losmen...
Noda di Tangan Takdir
Fajar abu-abu itu tidak pernah benar-benar terbit-ia hanya merembes, seperti darah yang meresap ke d...
Tangga Menuju Kesedihan
Senja merah darah itu seolah-olah merupakan kanvas yang dilukis oleh tangan seorang pelukis gila-gur...
Ruang Hening yang Berteriak
Lonceng perak itu masih bergetar di punggungnya, sebuah dengung halus yang merambat hingga ke sumsum...
Pelukan yang Tak Terlihat
Cahaya itu bukanlah cahaya yang dikenal oleh mata manusia. Ia tidak hangat seperti mentari pagi, tid...
Gema dari Kehampaan
Pintu kayu hitam itu berderak ketika Joni mendorongnya, suara gesekan kering yang mengingatkannya pa...
Api Hijau yang Tak Terpadamkan
Malam itu, Arcadia bernapas dalam hening yang menusuk tulang. Di atas bukit tandus tempat bayangan p...
Retakan Yang Tak Tertulis
Langit Arcadia pecah seperti kaca patri yang dihantam palu gaib. Retakan-retakan hitam menjalar dari...