
Sekelumit Lorong Senyap
Oleh Penulis Utama: @aikasaja
Bab Rilis
8 Bab
Tayangan
4
Dukungan
💖 0
Kerangka Karakter Terencana (2)
Pak Sigit
Protagonis
Seorang pekerja kantor berusia 35 tahun yang keras kepala dan rasional. Namun, ia menyembunyikan trauma masa kecil melihat ibunya dibawa makhluk gelap. Pindah ke perumahan angker memaksanya menghadapi ketakutannya sendiri dan menemukan bahwa ia sebenarnya adalah keturunan dari garis penjaga portal yang sudah punah.
Mbah Ranti
Pembimbing Spiritual
Dukun tua setempat yang menjaga keseimbangan dimensi. Ia tahu rahasia perumahan dan memiliki hubungan dengan arwah penjaga masa lalu. Meskipun terlihat ringkih, ia memiliki ilmu hitam yang kuat dan menjadi pemandu Pak Sigit dalam petualangan epiknya.
Latar Belakang Jagat (World Setting)
Perumahan tua bernama 'Sekelumit' yang terletak di perbatasan antara dunia nyata dan dimensi bayangan. Setiap lorong, pintu, dan ruangan memiliki hubungan dengan periode sejarah berbeda, mulai dari zaman kolonial Belanda hingga masa modern. Energi supranatural di sini sangat kuat karena akumulasi ritual kegelapan yang dilakukan penghuni sebelumnya. Hanya orang dengan 'mata ketiga' atau yang terikat takdir tertentu yang bisa menjelajahi lorong-lorong ini tanpa hilang selamanya.
Prolog & Sinopsis Cerita
Daftar Bab & Kelanjutan Kisah
Perjalanan takdir yang sedang ditulis oleh pujangga.
Lorong yang Bernafas
Senja itu, ketika Pak Sigit melangkahkan kaki ke teras rumah nomor 13 Perumahan Sekelumit, ia merasa...
Cermin yang Berdiam
Pak Sigit membuka matanya dengan perlahan, seolah-olah kelopak matanya terbuat dari timah cair yang ...
Sang Penguasa Lorong
Tawa itu masih bergema di antara pilar-pilar marmer hitam, seakan setiap batu di aula raksasa ini ik...
Hutan yang Bernapas dalam Waktu
Pak Sigit terjatuh di atas tanah lembap yang mengeluarkan aroma anyir seperti tanah kuburan yang bar...
Nyanyian dari Lorong Waktu
Langit di luar jendela beralih menjadi kelam pekat, seolah waktu sendiri enggan menampakkan wajahnya...
Ritual di Ujung Lorong Senyap
Cermin itu tidak lagi memantulkan wajahnya. Sejak ia menatap tanpa rasa takut, permukaan kaca beruba...
Gerbang Takdir yang Retak
Lorong itu tidak lagi sekadar koridor rumah tua yang lembap dan berdebu. Kini, di hadapan Pak Sigit,...
Lorong Terakhir yang Tak Pernah Berakhir
Pak Sigit melangkah, dan setiap langkahnya seperti menekan tombol yang mengubah frekuensi dunia. Lor...