Catatan Ide Cerita
Bab 1
Jejak yang Tertinggal di Salju
Dengar Audio Novel
Gunakan Google/Browser TTS untuk membacakan novel ini secara lisan.
Salju turun perlahan di atas Kota Verath, menyelimuti atap-atap rumah batu dengan lapisan putih yang sunyi. Di ujung jalan sempit yang berkelok menuju pelabuhan, sebuah kedai kopi kecil bernama Anak Angin masih menyala lampunya, hangat dan mengundang di tengah dingin yang menusuk.
Di dalam, seorang gadis duduk sendirian di sudut dekat jendela. Namanya Kaelin. Usianya baru delapan belas, tapi matanya menyimpan sesuatu yang lebih tua dari angka itu-sebuah kelelahan yang tenang, seperti seseorang yang telah belajar menerima hal-hal yang tidak seharusnya ia terima.
Di depannya, secangkir cokelat panas mulai diùc] I½ ¢=3m3Jejak yang Tertinggal di SaljuSalju turun perlahan di atas Kota Verath, menyelimuti atap-atap rumah batu dengan lapisan putih yang sunyi. Di ujung jalan sempit yang berkelok menuju pelabuhan, sebuah kedai kopi kecil bernama Anak Angin masih menyala lampunya, hangat dan mengundang di tengah dingin yang menusuk.
Di dalam, seorang gadis duduk sendirian di sudut dekat jendela. Namanya Kaelin. Usianya baru delapan belas, tapi matanya menyimpan sesuatu yang lebih tua dari angka itu-sebuah kelelahan yang tenang, seperti seseorang yang telah belajar menerima hal-hal yang tidak seharusnya ia terima.
Di depannya, secangkir cokelat panas mulai dingin. Ia belum menyentuhnya.
Tangannya menggenggam sebuah liontin perak yang sudah kusam, tergores sana-sini oleh waktu. Di dalamnya, terukir dua huruf: A.V.
"Ayah...," bisiknya hampir tak terdengar, tenggelam oleh suara hujan salju yang mengetuk kaca jendela.
Lima tahun. Sudah lima tahun sejak ayahnya-Ardan Vasiliev, seorang penjelajah dan pembuat peta yang dikenal di seluruh pesisir utara-menghilang tanpa jejak dalam ekspedisi terakhirnya menuju Pegunungan Erath, tempat yang oleh orang-orang setempat disebut "Tanah yang Menelan Manusia".
Yang kembali hanyalah sebuah peti kecil berisi jurnal ayahnya. Halaman-halamannya kosong. Semuanya. Kecuali satu halaman terakhir, yang hanya berisi satu kalimat yang ditulis dengan tergesa-gesa:
> "Jangan pernah kau car®K] IÉA m3Jejak yang Tertinggal di SaljuSalju turun perlahan di atas Kota Verath, menyelimuti atap-atap rumah batu dengan lapisan putih yang sunyi. Di ujung jalan sempit yang berkelok menuju pelabuhan, sebuah kedai kopi kecil bernama Anak Angin* masih menyala lampunya, hangat dan mengundang di tengah dingin yang menusuk.
Di dalam, seorang gadis duduk sendirian di sudut dekat jendela. Namanya Kaelin. Usianya baru delapan belas, tapi matanya menyimpan sesuatu yang lebih tua dari angka itu-sebuah kelelahan yang tenang, seperti seseorang yang telah belajar menerima hal-hal yang tidak seharusnya ia terima.
Di depannya, secangkir cokelat panas mulai dingin. Ia belum menyentuhnya.
Tangannya menggenggam sebuah liontin perak yang sudah kusam, tergores sana-sini oleh waktu. Di dalamnya, terukir dua huruf: A.V.
"Ayah...," bisiknya hampir tak terdengar, tenggelam oleh suara hujan salju yang mengetuk kaca jendela.
Lima tahun. Sudah lima tahun sejak ayahnya-Ardan Vasiliev, seorang penjelajah dan pembuat peta yang dikenal di seluruh pesisir utara-menghilang tanpa jejak dalam ekspedisi terakhirnya menuju Pegunungan Erath, tempat yang oleh orang-orang setempat disebut "Tanah yang Menelan Manusia".
Yang kembali hanyalah sebuah peti kecil berisi jurnal ayahnya. Halaman-halamannya kosong. Semuanya. Kecuali satu halaman terakhir, yang hanya berisi satu kalimat yang ditulis dengan tergesa-gesa:
> "Jangan pernah kau cari aku, Kaelin. Tapi jika kau harus-mulailah dari tempat di mana sungai berhenti bernyanyi."
Kalimat itu selalu terasa seperti teka-teki. Dan selama lima tahun, Kaelin mencoba menguburnya dalam-dalam. Ia bekerja di kedai itu, melayani pelanggan, tersenyum saat harus tersenyum, dan berpura-pura bahwa hidupnya sudah utuh.
Tapi malam ini, sesuatu berbeda.
Pintu kedai terbuka. Lonceng kecil di atasnya berdenting.
~ Bab 1 Selesai ~
Draf awal bab ini dianyam oleh kecerdasan AI yang kemudian disunting kembali oleh Penulis Utama demi kepuasan rasa Anda.